Sunday, October 05, 2008

Barack Obama : " I do not agree...that homosexuality is immoral"






Publik Amerika Serikat bahkan warga dunia akhir-akhir ini sedang memusatkan perhatiannya pada sosok Senator Barack Obama, kandidat partai Demokrat untuk pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2008. Obama menggandeng Senator Joe Bidens sebagai calon wakil presiden untuk pemerintahannya nanti (gambar kiri bawah).


Sosok Barack Obama memang sensasional. Dia adalah calon presiden pertama Amerika Serikat yang berasal dari keturunan Afro-Amerika. Dia resmi dicalonkan sebagai kandidat presiden dari partai Demokrat setelah mengungguli Senator Hillary Clinton, istri mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton. Keunggulannya atas Hillary Clinton dicapainya dengan perjuangan yang tidak mudah, mengingat Hillary sangat populer di negara adi daya tersebut - apalagi bila berhasil, maka Hillary Clinton akan menjadi calon presiden Amerika Serikat wanita pertama dalam sejarah negara tersebut.


Barack Obama dilahirkan pada tanggal 4 Agustus 1961 di Honolulu Hawaii dari pasangan Barack Obama,Sr. (1936 - 1982) dan Ann Dunham (1942 - 1995 ). Ayahnya berasal dari etnis Luo di Kenya, sedangkan ibunya berasal dari Fort Leavenworth Kansas. Pada saat Obama berumur 2 tahun, orang tuanya bercerai. Ibunya kemudian menikah lagi dengan Lolo Soetoro, seorang warga negara Indonesia, dan pindah ke Jakarta pada tahun 1967. Di Jakarta Obama cilik bersekolah di SD Katolik Francis Assisi (kelas 1 - 3), kemudian pindah ke SD Negeri Menteng 01 (kelas 4). Pada saat Obama berumur 10 tahun, dia pindah ke Honolulu Hawaii dan tinggal bersama kakek dan nenek dari pihak ibunya. Setamat SMU, Obama masuk ke Occidental College di Los Angeles selama 2 tahun, kemudian dia masuk Columbia University di New York Fakultas Ilmu Politik jurusan Hubungan International. Obama menamatkan pendidikannya di sana tahun 1983 dengan gelar B.A. Pada akhir tahun 1988, Obama masuk Harvard Law School di Cambridge, Massachusetts. Dia menamatkan studi hukumnya pada tahun 1991 dan bergelar 'Juris Doctor (JD)' dengan predikat magna cum laude. Semasa studinya di Harvard Law School, Obama pernah meraih posisi yang prestisius sebagai President Harvard Law Review.
Sebagai calon kuat presiden Amerika Serikat, Barack Obama memiliki sikap politik yang humanis terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan yang sensitif. Dia menentang Federal Marriage Amendment yang mendefinisikan pernikahan hanya sebatas antara pria dan wanita secara hukum. Apa yang Obama yakini, bahwa pernikahan adalah ikatan religius antara seorang pria dan seorang wanita - tanpa harus masuk tataran hukum negara. Obama juga mendukung civil unions - yang memungkinkan diakuinya pasangan sesama jenis oleh negara dalam membentuk sebuah keluarga. Obama menyatakan dalam pidatonya tanggal 15 Maret 2007 : "I do not agree...that homosexuality is immoral." Lebih lanjut pada debat yang ditayangkan CNN pada 23 Juli 2007, Obama mengatakan : "...we've got to make sure that everybody is equal under the law. And the civil unions that I proposed would be equivalent in terms of making sure that all the rights that are conferred by the state are equal for same-sex couples as well as for heterosexual couples." Selain itu Obama juga mendukung perlindungan yang dijamin oleh undang-undang terhadap aksi kejahatan kebencian karena alasan orientasi seksual atau identitas gender. Obama pernah dikritik karena mengundang pendeta Donnie McClurkin, Mary Mary, dan pendeta Hezekiah Walker - yang semuanya dulunya dikenal sebagai tokoh-tokoh anti-gay, dalam kampanyenya di South Carolina. Namun Obama menangkis kritik itu dengan mengatakan : "I strongly believe that African Americans and the LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) community must stand together in the fight for equal rights. And so I strongly disagree with Reverend McClurkins's view and will continue to fight for these rights as president of the United States to ensure that America is a country that spreads tolerance instead of division." Pada kampanye hari Minggu, 28 Oktober 2007, Obama mengundang pendeta Andy Sidden, seorang rohaniawan yang terang-terangan mengaku sebagai gay.
Keberpihakan Barack Obama terhadap komunitas LGBT - yang mempunyai simbol pelangi - gambar kiri atas ( di Indonesia kita mempunya organisasi serupa bernama "Arus Pelangi" ); membuat dukungan terhadap dirinya dari kaum minoritas ini mengalir deras dari berbagai penjuru negeri. Sosok Barack Obama memang bagaikan tokoh pembebas dan penyetara bagi semua golongan di Amerika Serikat. Dia berani berkata "Change!" (seperti semboyan kampanyenya) untuk keadaan statis yang telah berurat akar di masyarakat, serta mendominasi selama bertahun-tahun.
Semoga gaung pembebasan dan penyetaraan Obama bisa terdengar pula di Indonesia.....
See this touching clip about humanity issue on "Homosexuality", struggling for what you believed !





video

0 Comments:

Post a Comment

<< Home