Sunday, August 10, 2008

Homosexuality VS Psychopathy




Nama Very Idham Henyansyah alias "Ryan" (di gambar, berbaju biru) benar-benar menjadi sangat populer di bulan Juli - Agustus 2008. Bagaimana tidak, tiap hari nama itu diucapkan oleh reporter televisi dan penyiar radio di berbagai pelosok negeri. Tak ketinggalan pula berbagai surat kabar, majalah, dan situs berita di internet pun selalu meng-update berita tentang Ryan. Ryan adalah tersangka pembunuhan berantai terhadap sekurang-kurangnya 11 orang yang diduga dilakukan selama periode tahun 2006 - 2008.




Korban-korban pembunuhan sadis Ryan adalah :


1. Heri Santoso, 40 tahun, ditemukan dalam keadaan termutilasi di Ragunan Jakarta Selatan.


2. Vincent Yudi Priyono, 31 tahun.


3. Ariel Somba Sitanggang, 34 tahun.


4. Grandy Gland Adam Tumbuan, finalis MTV VJ Hunt 2007 kerabat aktor kawakan Frans Tumbuan.


5. Guruh Setyo Pramono alias Guntur, 27 tahun.


6. Agustinus Fitri Setiawan, 28 tahun.


7. Nanik Hidayati, 31 tahun.


8. Sylvia Ramadani Putri, 3 tahun - anak dari Nanik Hidayati.


9. Muhamad Aksoni, 29 tahun.


10. Zainal Abidin, 21 tahun.


11. Seorang korban belum diketahui identitasnya.




Kasus pembunuhan berantai ini terkuak setelah pendalaman polisi terhadap kasus pembunuhan dengan mutilasi terhadap Heri Santoso, seorang marketing manager sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Tindakan itu dilakukan Ryan di tempat tinggalnya di apartemen Margonda Residence Depok. Menurut Ryan, dia membunuh Heri karena tersinggung setelah Heri menawarkan sejumlah uang asalkan diperbolehkan untuk berhubungan dengan pacar Ryan yang bernama Noval (di gambar, berbaju merah). Ryan dan Noval adalah pasangan homoseksual.




Ryan lahir di Jombang pada tanggal 1 Februari 1978. Ryan punya seorang kakak tiri - satu ibu namun lain ayah, bernama Mulyo Wasis. Sejak kecil Ryan lebih sering hidup terpisah dari kedua orang tuanya dan tinggal di pesantren. Ayah Ryan yang bernama Ahmad Maskur adalah pensiunan satpam pabrik gula, sedangkan ibunya bernama Kasiatun. Ryan pernah menjadi siswa sekolah favorit di Jombang - SMA Negeri 1, di situ Ryan hanya bertahan sebulan lalu pindah ke SMA Kabuh dan bertahan satu semester. Setelah itu Ryan pindah ke SMA Negeri 3, di situ pun cuma bertahan sebulan, lalu Ryan pindah ke Jakarta. Di ibukota, ia merasa betah dan lebih diterima serta bertemu dengan kalangan homoseks dari kalangan menengah ke atas, dan kemudian berpacaran dengan Noval.




Dalam pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan oleh tim psikiater RS Bhayangkara Jawa Timur, ternyata tidak ditemukan tanda-tanda gangguan jiwa berat atau psikosis pada diri Ryan. ’’Apa yang dia lakukan dia pahami, termasuk apa saja akibatnya. Dia benar-benar sadar ketika membunuh,’’ kata dr.Roni Subagyo - salah seorang anggota tim psikiater.


Kesimpulan pemeriksaan yang lain adalah mengenai orientasi seksual Ryan yang menyukai sesama jenis (homoseksual). Ketika menjalin hubungan dengan sesama jenis, Ryan berperan sebagai wanita. Namun homoseksualitas Ryan tidak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan berantai tersebut. ’’Semua orang bisa membunuh. Tidak hanya homoseksual,’’ papar dr.Roni Subagyo. Roni menjelaskan, gangguan orientasi seksual Ryan diperkirakan akibat trauma keluarga. Selama proses tes, pembunuh berdarah dingin itu mengatakan, dirinya sering terlibat cekcok dengan sang ibu. Pemicunya beragam. Salah satu di antaranya, kebencian Ryan karena sang ibu menikah tiga kali. Dia tidak menyukai pengalaman ibu kandungnya tersebut. Dari situ timbul kebencian Ryan kepada lawan jenis. Dia lebih suka atau lebih dekat bersama pria.


Hasil psikiatri terakhir adalah mengenai sifat Ryan. Hasil tes kejiwaan menunjukkan, Ryan sangat sensitif dan cenderung agresif serta impulsif. Artinya, Ryan memang tergolong orang yang gampang tersinggung dan marah. Dalam kondisi seperti itu, reaksinya bisa berupa penyerangan terhadap orang lain.




Dari hasil kesimpulan pemeriksaan kejiwaan terhadap Ryan, disimpulkan bahwa Ryan termasuk seorang psikopat. Psikopat adalah suatu keadaan psikologis yang ditandai dengan perilaku antisosial dan amoral yang berlangsung lama. Menurut paham Freud, ini disebabkan oleh gagalnya super ego mengontrol ego, id menjadi begitu besarnya untuk mendapatkan kepuasan, dan ego gagal menjadi penengah antara id dan super ego. Id adalah struktur kepribadian yang tak terorganisir dan berupa dorongan atau keinginan dasar manusia. Ego adalah bagian dari struktur kepribadian yang terorganisir dan berupa fungsi pertahanan, persepsi, kecerdasan dan pengenalan, serta pelaksanaan. Super ego adalah bagian dari struktur kepribadian yang terorganisir dan berupa tujuan spiritual, nilai-nilai norma yang dipelajari, yang berfungsi untuk mengkritik, mengendalikan, dan membatasi dorongan, fantasi, perasaan, serta perbuatan.




Adapun ciri-ciri psikopat telah diteliti oleh Robert D. Hare, yang tertuang dalam Hare's Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R) :




Factor1: "Aggressive narcissism"
Glibness/superficial charm
Grandiose sense of self-worth
Pathological lying
Cunning/manipulative
Lack of remorse or guilt
Shallow affect
Callous/lack of empathy
Failure to accept responsibility for own actions
Promiscuous sexual behavior



Factor2: "Socially deviant lifestyle"
Need for stimulation/proneness to boredom
Parasitic lifestyle
Poor behavioral control
Lack of realistic, long-term goals
Impulsivity
Irresponsibility
Juvenile delinquency
Early behavior problems
Many short-term marital relationships
Revocation of conditional release



Traits not correlated with either factor
Many short-term marital relationships
Criminal versatility


Sayang...
Lihatlah betapa ku mencintaimu,
Kurajang tubuh serigala rakus
yang mengincar tubuhmu...
Kau harus tetap milikku !
Selamanya...
Sayang...
Jangan pernah kau tinggalkan aku,
Peluklah aku, ciumlah aku
Sampai akhir derita ini...
Ibu...
Orang bilang kasihmu sepanjang masa
Tapi mengapa yang kurasa hanyalah sepanjang angan?
Aku menjerit...
Kau tidak pernah mendengar,
Aku menangis...
Kau tidak kunjung menghibur,
Duniaku kejam,
Aku bicara mereka mencibir...
Aku diam pun mereka menghina...

Sekarang inilah aku,
Amarahku datang bagai gemuruh badai...
Menghantam, menebas, menggilas
Siapakah kamu yang coba menghadangku ?
Apakah norma sehingga itu melarangku ?
Ya Allahku,
Inilah jalan hidupku...
Kusadar makin dekat hari penghakiman untukku
Aku makhlukMu yang bergelimang dosa
Namun setitik asa kurapalkan dalam doa
KepadaMu, ya Maha Pengampun...
Kuserahkan sisa nafasku...

Watch the shocking news about Ryan the serial killer from Jombang...

video

0 Comments:

Post a Comment

<< Home