Friday, January 26, 2007

Shunga - Kamasutra of Japan




Shunga adalah istilah dari bahasa Jepang yang merujuk pada"gambar erotis". Secara harafiah, kata shunga berarti "gambar musim semi", "musim semi" dalam gaya bahasa Jepang merupakan eufemisme dari seks.
Shunga merupakan karya seni bergaya ukiyo-e (seni lukis di atas woodblock yang penggarapannya melalui cetakan). Kadang-kadang shunga dicetak pula di atas gulungan kertas perkamen. Lukisan yang ditampilkan pada karya shunga biasanya adalah adegan percintaan antara pria dan wanita (gambar atas dan tengah), wanita dengan wanita, pria dewasa dengan pria dewasa, atau pria dewasa dengan pemuda (gambar bawah).
Seni shunga diperkirakan bermula sejak era Muromachi (1336 - 1573) dan dipengaruhi oleh pelukis erotik dari Dinasti Tang di China, Chou Fang. Pelukis ini - seperti halnya pelukis erotik lain pada masanya, cenderung untuk menggambarkan ukuran organ kelamin secara berlebihan, yang ternyata berlanjut di seni shunga. Shunga sangat populer pada periode Edo (1603 - 1867) walaupun kadang-kadang pemerintah berusaha melarang seni ini, seperti pembredelan buku erotik berjudul Koshokubon yang diterbitkan oleh Shogun Tokugawa pada tahun 1722. Seni Shuga perlahan-lahan dilupakan setelah munculnya fotografi erotik pada awal era Meiji (1868 - 1912).
Seni shunga dibuat dan dijual dalam bentuk lembar per lembar atau yang lebih sering dalam bentuk buku - dinamakan "enpon". Shunga juga dibuat dalam bentuk gulungan (hand scroll format) - dinamakan "kakemono-e". Sebagian besar cetakan shunga dibuat di Edo, tetapi beberapa juga dihasilkan di Osaka dan Kyoto. Karya shunga yang dibuat di Osaka dan Kyoto warnanya lebih kaya dibandingkan karya dari Edo karena digunakannya "gofun"- bubuk kulit kerang putih yang dicampur dengan berbagai bahan sehingga menjadi pigmen beraneka warna.
Seniman shunga jarang menandai karya-karyanya walaupun aliran ini telah dikenal secara luas di Jepang. Hal ini demi menghindari tuntutan hukum dari pihak pemerintah dan resiko "malu" yang dapat membahayakan aspek-aspek lain dalam karir sang seniman. Shunga seringkali dijadikan sebagai buku panduan seksual bagi remaja pria dan wanita dari keluarga-keluarga terhormat. Seni shunga merupakan inspirasi bagi berkembangnya seni anime dan manga yang tumbuh dalam periode modern - di dunia barat dikenal sebagai periode "hentai".
Beberapa seniman shunga yang terkenal adalah Hishikawa Moronobu, Katsushika Hokusai, Miyagawa Issho, dan Yanagawa Shigenobu.
Garis merah bersilang di atas noktah jingga...
Lengkung hijau menyatu bersama titik lembayung,
Jadilah sebuah lukisan, sebuah karya seni...
Tapi terlarang,
Katanya melanggar kesusilaan...
Menurut ukuran siapa?
Tabu...
Berdasarkan dogma siapa?
Pikiran manusia memang mendua,
Melanggar susila tapi ingin melihat
Tabu tapi ingin menikmati...
Salah siapa?



0 Comments:

Post a Comment

<< Home