Thursday, November 02, 2006

The Warren Cup - Art of Homoerotic




Pernah melihat karya seni dengan tema adegan homoerotika ?

The Warren Cup adalah piala atau cawan minum (scyphos) yang unik, terbuat dari perak dan berasal dari zaman Romawi. Benda ini terkenal sebagai karya seni yang berkualitas sangat tinggi. Piala ini dinamai sesuai nama pemiliknya yang pertama kali di zaman modern, yaitu seorang penulis sekaligus kolektor benda seni, Edward Perry Warren.

Piala ini diperkirakan dibuat pada tahun 1 - 20 Masehi oleh seorang pengrajin Yunani, dan dibeli oleh seorang Romawi pada masa kekuasaan Kaisar Nero. Penggambaran aktivitas seksual banyak dijumpai pada karya seni zaman Romawi, termasuk adegan hubungan homoseksual (penduduk Romawi memandang homoseksual lebih sebagai "aktivitas", dan bukan "identitas").

Pada satu sisi piala, dilukiskan adegan hubungan seksual antara seorang pria dewasa dengan seorang pria yang lebih muda. Pria dewasa itu berperan sebagai pihak yang aktif ("erastes", Top), sedangkan pria yang lebih muda sebagai pihak yang pasif ("eromenos", Bottom), di dalam posisi seksual modern, yaitu "reverse cowgirl". Aktivitas itu disaksikan secara sembunyi-sembunyi oleh seorang anak laki-laki - mungkin seorang budak, dari balik pintu yang sedikit terbuka (lihat gambar kiri atas). Di sisi lainnya dari piala Warren, dilukiskan dua orang pemuda berhubungan intim dalam posisi "missionary anal" (lihat gambar kanan atas).

Warren mendapatkan benda ini dari seorang pialang benda antik di Roma pada tahun 1911, dan dibelinya seharga 2.000 poundsterling. Selama berabad-abad, benda-benda seni yang bertema homoerotika dibeli secara pribadi dari pasar gelap oleh orang-orang yang mempunyai minat pada homoerotika. Pada tahun 1980-an, epidemi AIDS membunuh banyak kolektor utama benda-benda seni bertema homoerotika ini, dan seiring dengan makin terbuka dan makin diterimanya homoseksualitas oleh masyarakat, maka semakin banyak pula benda seni dengan tema seperti ini yang bermunculan ke publik, bahkan dipajang di museum. Piala Warren dipinjamkan oleh seorang pemilik perorangan kepada Antikenmuseum, Basel dan Metropolitan Museum of Art, New York, untuk dipamerkan pertama kalinya setelah berabad-abad tersembunyi. Pemilik Piala Warren sekarang adalah British Museum yang pada tahun 1999 membelinya dengan harga 1,8 juta Poundsterling. British Museum membelinya dari pemilik perorangan agar benda seni ini tidak beralih ke luar negeri. Ini menjadikan Piala Warren sebagai benda tunggal termahal yang pernah dibeli oleh museum tersebut.

Pada pameran tanggal 11 Mei - 2 Juli 2006 di British Museum yang bertajuk "The Warren Cup: Sex and Society in Ancient Greece and Rome", kurator Dyfri Williams mengatakan, "We wanted to show this fantastic object in a context in which we could ask how much we understand about attitudes to sexuality when it was made. These objects seem extraordinary to us now, but there were many objects in common use, and wall paintings and mosaics in bath and in private houses, showing very similar imagery."

0 Comments:

Post a Comment

<< Home