Tuesday, October 24, 2006

"ARISAN" ~ A Movie about Sexual Life in Indonesia


Film ini adalah film produksi dalam negeri favoritku! Nia diNata pintar meramu tema cerita yang langka namun nyata di masyarakat metropolitan dengan kekuatan karakter tokoh-tokohnya. Tema yang berat tidak sampai membuat kening penonton berkerut karena cerita mengalir santai dengan bumbu-bumbu komedi situasional dan terkadang satir. Sangat pantas film Arisan menjadi film terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2004.

Sakti (Tora Sudiro) bergelut dengan batinnya sendiri saat menyadari bahwa dirinya seorang gay, apalagi saat Nino (Surya Saputra) masuk ke dalam kehidupannya, dia berusaha mati-matian berlaku discreet termasuk kepada sahabatnya, Meimei (Cut Mini). Perang batin Sakti bertambah berat setelah mengetahui bahwa ibundanya (Lili Harahap) menjodohkannya dengan Lita (Rachel Maryam), sepupunya dari Medan sesuai dengan tradisi orang Batak. Di sisi lain pernikahan Meimei mengalami kehancuran akibat dirinya tidak bisa memberikan keturunan pada suaminya. Di plot yang lain dikisahkan kehidupan amburadul yang dijalani Andien (Aida Nurmala)- sahabat Meimei dan Sakti, setelah mengetahui suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Alur cerita bermuara sebagai happy ending dan merupakan win-win solution bagi semua konflik.

Cinta sesama jenis, perselingkuhan, narkoba, dan kehidupan yang bebas di kota metropolitan seperti Jakarta adalah beberapa fenomena yang dirangkaikan menjadi cerita menarik oleh sutradara Nia diNata. Menonton film ini membuat pemirsa seperti menatap ke depan cermin, sehingga terlihatlah noda, bopeng, kerut kesedihan, kepalsuan, dan kekhawatiran hidup.
Satu hal yang sangat menarik buatku adalah ide cerita yang menggambarkan ibunda Sakti sebagai wanita yang sangat demokratis dan mau menerima keberadaan anaknya yang adalah seorang gay, bahkan bersikap mendukung hubungan anak tunggalnya itu dengan Nino demi kebahagiaan anaknya.....bukankah itu hal yang sangat jarang terjadi-bila tidak bisa dikatakan tidak mungkin, di tengah-tengah kultur masyarakat kita yang konservatif dan bahkan hipokrit...? Namun, sikap seperti itulah yang menurutku menjadi the greatest support bagi orang seperti Sakti untuk "berdamai" dengan batinnya, karena menjadi gay bukanlah pilihan yang voluntary namun semata-mata merupakan misteri terbesar Tuhan atas karya penciptaan-Nya.

Ibu menenangkan anaknya di saat badai kehidupan menerpa...
Tutur katanya memberikan kesejukan,
Tangannya menggandeng, memberikan tuntunan,
Apapun diberikan seorang ibu demi kebahagiaan anaknya...


See the soundtrack and clips of inspirational "Arisan"...

video

0 Comments:

Post a Comment

<< Home