Tuesday, October 24, 2006

"LELAKI TERINDAH" the novel ~ Regrets Always Come Too Late...



Ini adalah novel pertama yang bertema gay yang pernah kubaca. Jalan ceritanya sangat memikat. Andrei Aksana begitu piawai meremuk-redamkan perasaan pembacanya. Dengan gaya penulisan gabungan antara prosa dan puisi, aku seakan terbawa di dalam setiap detail penceritaan; ketika setting cerita berada di Thailand, aku bisa merasakan perasaan bahagia Valent di suatu malam setelah pria straight yang dikaguminya-Rafky, ternyata juga mengagungkannya dan bermuara dalam penyatuan benih kasih mereka di sebuah kamar hotel di Bangkok. Saat setting cerita berada di Jakarta, bisa pula kurasakan kepiluan hati Rafky saat berhari-hari tidak bisa menemui Valent akibat ibu Valent yang dengan kejamnya melarang anaknya itu bertemu dengan kekasih hatinya karena sang ibu terlanjur memvonis bahwa hubungan kedua insan sejenis itu adalah "cinta terlarang", apalagi Valent dan Rafky masing-masing sudah dipertunangkan dan segera akan menikah.

Cinta Valent dan Rafky, seperti kisah cinta sejati lainnya, berakhir tragis. Valent di dalam penderitaan akibat penyakit juvenile diabetes yang diidapnya, ditambah hatinya yang hancur karena ibu yang dikasihinya tak juga mau memahami dirinya, akhirnya berpulang ke keabadian bersama harapan dan cintanya kepada Rafky.

Keteguhan cinta Valent dan Rafky, konflik norma, moral, dan nilai dalam hubungan sejenis, masyarakat dan bahkan keluarga yang tak mau berkompromi, masing-masing adalah potret kehidupan yang terjadi nyata di dalam masyarakat. Akankah segala salah, nista, dan kekotoran hanya melulu menjadi tanggungan manusia seperti Valent dan Rafky?

Ketika keluarga-terutama ibunda, tidak lagi mau membuka pintu belas kasihan pada darah daging yang telah dikandungnya sendiri selama lebih dari 9 bulan, dan malahan membangun tembok standar moralitas menurut pemahamannya sebagai manusia biasa, apakah yang akan terjadi? Bukankah hanya kehancuran jiwa dan penderitaan hati yang akan dituai , bukan hanya oleh anaknya namun juga oleh dirinya sendiri?

Saat semuanya mulai dipahami, ketika pikiran mulai bisa berpikir jernih dengan hati yang waskita, sayangnya semua itu seringkali sudah terlambat...
Akankah kita memohon agar Tuhan membalikkan waktu, mengembalikan masa, agar kita bisa bersikap dan bertindak lebih bijak...?


About Andrei Aksana :
Cucu Sanoesi Pane dan Armijn Pane ini memulai debutnya sebagai penulis novel pada tahun 1992 melalui novel "Mengukir Mimpi Terlalu Pagi". Kendati bakat seni begitu kuat mengalir, anak kedua dari novelis Nina Pane dan Jopie Boediarto ini pernah mengatakan, "Buat saya, bakat hanya 1%, selebihnya adalah kerja keras dan keringat." Pria lajang lulusan jurusan Seni dan Desain Grafis Universitas Udayana Bali ini mengukir sesuatu yang fenomenal di Indonesia bahkan di dunia dengan terbitnya novel "Abadilah Cinta" yang memiliki soundtrack lagu yang dinyanyikannya sendiri, dan berhasil dicetak ulang dalam waktu 5 hari! Selanjutnya adalah novel "Cinta Penuh Air Mata" yang ditulis berdasarkan kisah nyata seorang selebritis terkenal. Karya-karya selanjutnya selalu fenomenal dan menjadi best-seller seperti "Lelaki Terindah", "Cinta 24 Jam", dan "Pretty Pritta". Andrei tetap produktif menulis di tengah kesibukannya sebagai marketing director di sebuah perusahaan retail internasional. Pria yang mahir berbahasa Perancis ini juga pernah menjadi dewan juri di Festival Sinema Perancis 2003.

Enjoy a song titled "Hanya Engkau Satu" created by Andrei Aksana.....

video

4 Comments:

Blogger i'm a new comer said...

hai, mas senang sekali bisa baca blog kamu, eh masih inget, aku kan yang pertama kali merekomendasikan buku ini . kalo tidak salah, mas ada buku yang lain, judulnya " kau bunuh aku dengan cintamu. kapan mas buat review-nya. EDMOND

10:36 PM  
Blogger Are you my soulmate? said...

Hi Edmon,
Lama nih gak ada kbr drmu...?! Kau Bunuh Aku Dengan Cinta...? Hopefully next time ya...Aku senang kamu bisa menikmati my blog :-) Keep in touch by blog ya...

2:00 AM  
Blogger JhongOS said...

WOW.
Saya sudah baca buku ini lebih dari 5 kali, tapi kenapa saya tidak bisa terlalu 'dalam' menikmatinya yah..?
Dan entah sudah berapa kali Mas sudah membaca buku ini, sehingga dapat merasakan tema buku ini dengan sangat 'dalam'.
Brings me a deep review about a deep-like novel from a deep-hearted person.

10:16 PM  
Blogger Are you my soulmate? said...

Dear Jhongos,
Well, saat aku membaca buku itu, ada occasion khusus sih yg terjadi sehingga pd saat membaca benar2 emosi dan my mind tercurah di alur cerita. Occasion itu adalah aku baru putus dgn kekasih hatiku krn dia harus ke Belanda... Jadi, bisa tdknya aku menangkap 'roh' dari novel itu, setidaknya juga karena occasion itu.

12:15 AM  

Post a Comment

<< Home