Tuesday, October 24, 2006

Oprah "The Philanthropist Equalizer" Winfrey



Oprah Winfrey adalah tokoh yang sangat inspirasional buatku...!

Wanita yang dilahirkan di Kosciusko, Mississippi Amerika Serikat tanggal 29 Januari 1954 ini berasal dari keluarga Baptist miskin. Ibunya, Vernita Lee adalah seorang pembantu rumah tangga dan ayahnya, Vernon Winfrey adalah pekerja tambang batu bara sebelum kemudian menjadi city councilman.
Karirnya di bidang media dimulai pada usia 17 tahun, saat Oprah bekerja di stasiun radio lokal ketika baru kuliah di Tennessee State University melalui program beasiswa. Oprah menjadi presenter berita termuda dan sekaligus presenter berita wanita kulit hitam pertama di Nashville's WLAC-TV. Oprah menjadi milyuner di usia 32 tahun ketika acara talk show yang dipandunya- The Oprah Winfrey Show, disiarkan secara nasional. Dengan kekayaan lebih dari US $ 1,5 milyar (Feb 2006), majalah Forbes menobatkan Oprah sebagai wanita kulit hitam terkaya pertama di sejarah dunia.

Di tengah karirnya yang cemerlang dan kesuksesannya, aku sangat terkesan dengan komitmen Oprah terhadap kemanusiaan. Melalui Oprah's Angel Network yang dimulai pada tahun 1998, Oprah menyalurkan berbagai bantuan dan dana untuk menolong sesama yang berkekurangan, tertimpa musibah dan kemalangan. Dana yang terhimpun melalui Oprah's Angel Network telah berjumlah lebih dari US $ 51 juta ($ 1 juta dari jumlah itu disumbangkan oleh Jon Bon Jovi). Oprah secara pribadi membayar biaya-biaya administrasi yang timbul berkaitan dengan kegiatan amal itu, sehingga 100% dana yang terhimpun dapat disalurkan untuk program kemanusiaan. Di belakang layar, Oprah sering menyumbangkan kekayaannya lebih besar daripada selebritis manapun dalam dunia bisnis pertunjukan di Amerika. Pada tahun 2005, Business Week menobatkan Oprah sebagai warga kulit hitam pertama yang masuk dalam daftar orang yang paling dermawan (philanthropist) di Amerika, dengan jumlah sumbangan yang tersalurkan sebesar US $ 250 juta. Komitmen kemanusiaan Oprah termasuk juga dalam sumbangannya untuk pendidikan anak di Afrika Selatan, US $ 10 juta sumbangan untuk pemulihan akibat Badai Katrina, Oprah juga membiayai 100 mahasiswa kulit hitam dalam program beasiswa senilai US $ 7 juta.

Life magazine menobatkan Oprah sebagai "Most Influential Woman" dan juga "Most Influential Black Person of Her Generation". Ladies Home Journal juga menempatkan Oprah di urutan pertama dalam daftar "Most Powerful Women in America".
Kolumnis Maureen Dowd menulis: "She is the top alpha female in this country. She has more credibility than the president. Other successful women, such as Hillary Clinton and Martha Stewart, had to be publicly slapped down before they could move forward. Even Condi has had to play the protege with Bush. None of this happened to Oprah - she is a straight ahead success story."
Majalah Vanity Fair menulis: "Oprah Winfrey arguably has more influence on the culture than any university president, politician, or religious leader, except perhaps the Pope."
Tulisan-tulisan tersebut sangat beralasan karena komentar-komentar Oprah di TV show sering menyebabkan perubahan harga radikal suatu barang di pasar Amerika atau pergeseran selera masyarakat secara besar-besaran terhadap suatu produk.

Oprah juga dikenal sebagai sosok yang berpandangan humanist dan memperjuangkan kesetaraan manusia di dalam segala bidang, termasuk gender, ras, dan orientasi seksual. Pada tahun 1980, Oprah membawa TV show-nya ke West Virginia untuk mengkonfrontasi sebuah kota yang terkungkung dengan sikap AIDS paranoia karena seorang pria gay yang tinggal di kota itu mengidap HIV. Walikota telah mengeringkan kolam renang karena si pria gay pernah berenang di situ. Oprah juga berdebat dengan para warga kota. Oprah menghardik, "Tapi saya dengar bahwa ini adalah kota yang takut akan Tuhan", "dimana semua kasih Kristiani dan pengertian kalian?". Pada suatu TV show yang mengangkat topik pernikahan gay, seorang audience wanita yang hadir tiba-tiba berdiri dan mengatakan bahwa para gay sengaja mempertontonkan kehidupan seksual mereka dan dia muak melihatnya. Namun Oprah menjawabnya,"Anda tahu apa yang membuat saya muak? Saya muak dengan pria-pria heteroseksual yang memperkosa dan menyodomi gadis-gadis belia!" Tak ayal jawaban Oprah itu disambut dengan tepuk tangan sambil berdiri dari para audience saat itu yang sebagian besar adalah para gay.

Selain itu Oprah Winfrey juga sering mendorong penampilan para gay di TV show-nya dengan mengundangnya dalam kapasitas pekerjaan mereka sebagai penata rambut, makeup artist, dan decorator Nate Berkus yang menyebabkan membanjirnya simpati dari middle America karena Nate kehilangan partner yang dicintainya akibat bencana tsunami di tahun 2004.

Sikap dan cara berkomunikasi Oprah dalam TV show dan tabloid banyak dipuji sebagai gaya memandu yang bersifat "terapi" dan memberikan pengaruh membongkar tabu dan kemunafikan di abad 20, mendorong warga untuk mencari pertolongan untuk dirinya sendiri bila dalam masalah, dan menciptakan budaya pengakuan. Wall Street Journal menggunakan istilah "Oprahfication" yang diartikan pengakuan publik sebagai bentuk terapi.

I love you, Oprah...! Thank you for the "equality" for all...!

See awesome Oprah Winfrey's speech for Barrack Obama...

video

0 Comments:

Post a Comment

<< Home