Sunday, October 29, 2006

Lethal Beauty Mata Hari - (Journey of a Spy)




Bila engkau dikaruniai keindahan dan kesempurnaan fisik oleh Sang Pencipta, akankah kau gunakan untuk kebaikan, atau kejahatan...?

Mata Hari adalah nama panggung dari Margaretha Geertruida Zelle, seorang penari eksotis dan wanita penghibur yang terkenal di Eropa pada masa-masa awal abad ke-20.

Margaretha Zelle lahir di Leeuwarden - Belanda, dari ayah seorang Belanda dan ibu keturunan Jawa. Pada usia 18 tahun, Margaretha menikah dengan seorang perwira angkatan laut Kerajaan Belanda, bernama Rudolf MacLeod. Pasangan ini kemudian pindah ke tanah Jawa dan dikaruniai dua orang anak. Namun kemudian mereka bercerai. Pengasuhan anak diserahkan pada Rudolf.

Pada tahun 1905, Margaretha mulai tenar sebagai penari eksotis bergaya timur (oriental), dan dia memakai nama panggung Mata Hari yang diambilnya dari bahasa Indonesia dan Melayu. Sikapnya yang mudah bergaul, penggoda, dan gemar memamerkan bagian-bagian tubuhnya menawan perhatian penonton dan publik. Kepopuleran Mata Hari makin kokoh setelah penampilannya di Musee Guimet pada tanggal 13 Maret 1905. Pada masa itu pun dia sering difoto dengan busana minim atau bahkan telanjang.

Mata Hari juga menjadi seorang wanita penghibur kelas atas yang mempunyai relasi dengan banyak pejabat militer, politisi, dan tokoh berpengaruh lainnya dari berbagai negara, termasuk Perancis, Rusia, dan Jerman. Pada saat Perang Dunia I, Belanda tetap menjadi negara yang netral, sehingga memungkinkan Mata Hari bepergian melintasi batas berbagai negara. Untuk menghindari medan pertempuran, dia sering bepergian via Spanyol dan Inggris untuk menuju Perancis dari Belanda, dan juga sebaliknya. Suatu ketika, saat diinterogasi oleh petugas intelijen Inggris, Mata Hari mengatakan bahwa dirinya bekerja sebagai agen untuk intelijen militer Perancis. Tidak diketahui apakah Mata Hari berdusta pada saat itu, namun banyak yang percaya bahwa Mata Hari hanya mendramatisir ceritanya.

Pada bulan Januari 1917, atase militer Jerman di Madrid mengirimkan berita radio ke Berlin, yang berisi aktivitas mata-mata Jerman dengan kode nama H-21. Agen intelijen Perancis berhasil menangkap pesan itu, dan setelah memecahkan sandi pesan, teridentifikasi bahwa H-21 adalah Mata Hari. Pada tanggal 13 Februari 1917, Mata Hari ditangkap di sebuah hotel di Paris. Dia diajukan ke pengadilan dengan tuduhan menjadi agen mata-mata untuk Jerman yang menyebabkan puluhan ribu tentara Perancis tewas di medan perang. Saat itu Perancis sedang berada pada titik terendah dalam peperangan dengan semangat yang mulai pudar, dan banyak yang mencari kambing hitam dari semua kekalahan. Akhirnya walaupun tidak ditemukan bukti yang konkret, Mata Hari divonis bersalah dan dijatuhi hukuman mati pada tanggal 15 Oktober 1917.

Jenazah Mata Hari tidak diklaim oleh anggota keluarganya. Jenazahnya akhirnya digunakan untuk pendidikan kedokteran. Kepalanya dipisahkan dari anggota tubuhnya dan diawetkan, kemudian disimpan di Museum of Anatomy di Paris. Pada tahun 2000, saat dilakukan reinventarisasi, ternyata koleksi kepala Mata Hari telah lenyap. Diduga dicuri pada saat relokasi museum pada tahun 1954.

Rumor yang timbul pada saat proses eksekusi Mata Hari adalah pada saat regu tembak siap mengeksekusinya, untuk mengacaukan konsentrasi regu tembak, Mata Hari membuka bajunya dan mempertontonkan ketelanjangannya. Juga diceritakan bahwa kata-kata terakhir yang terucap saat meregang nyawa adalah, "Merci, monsieur."

Watch a trailer of "Mata Hari" the movie, performed by Amy Winehouse...


video

0 Comments:

Post a Comment

<< Home